proyek omong kosong...
Telan Rp16,5 T, Siap Saingi Singapura
Keinginan pemerintah untuk menjadikan Kepulaun Riau (Kepri) bisa bersaing dengan Singapura sebagai daerah tujuan wisata, mulai direspon. Proyek wisata senilai total Rp16,5 triliun tengah digarap pada lahan seluas 338 hektare di kawasan Teluk Sebong, Lagoi, Kabupaten Bintan.
SBY berharap pengembangan kawasan wisata terpadu itu bisa mengubah peta tujuan wisatawan. Jika saat ini wisatawan berkunjung ke Singapura baru kemudian mampir ke Kepri, maka nantinya yang berlaku adalah sebaliknya.“Pada saatnya nanti, kita dapat mengatakan, dengan mengunjungi Bintan, Anda akan menemukan banyak hal yang khas. Setelah itu, silakan kalau mau berkunjung ke Singapura atau ke tempat lain,” kata SBY dalam sambutan pemberian nama kawasan wisata Pesona Lagoi Bintan di Bintan, kemarin (26/2).
Promosi semacam itu yang saat mendatang bisa dilakukan sehingga nantinya wilayah Kepri, khususnya Bintan, bisa maju.
“Harus begitu cara berpikir kita. Dengan demikian, kalau Singapura bisa maju, kita juga bisa maju. Itulah yang saya maksudkan jangan sia-siakan kesempatan,” terang SBY.
Wilayah Kepri, menurut SBY, bisa menjadi kawasan ekonomi yang maju sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin yang maju hanya Singapura. Kita ingin sama majunya dengan Singapura di masa mendatang, bahkan kita punya potensi untuk bisa lebih,” urainya.
SBY mengatakan, peluang untuk mewujudkan hal tersebut terbuka. Misalnya banyaknya penduduk dunia saat ini yang memiliki kegemaran untuk berwisata di seluruh dunia serta meningkatnya golongan ekonomi menengah.
Dalam pengembangan suatu kawasan wisata, lanjut SBY, perlu dipikirkan apa yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. SBY mencontohkan wisatawan yang memilih berlibur ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan China. “Tapi Bintan, kawasan sekitar ini berbeda, ada daya tarik tersendiri. Dengan demikian mereka pun akan berkunjung ke Bintan,” paparnya.
Selain itu, ada kriteria yang bisa digunakan untuk menilai berhasil atau tidak pengembangan kawasan wisata. Jika seorang wisatawan tidak ingin kembali lagi ke suatu kawasan wisata tertentu karena merasa tidak puas, tidak nyaman, dan mengatakan lokasi itu tidak baik, maka pengembangan wisata itu gagal. “Kalau itu yang terjadi, gagal total. Gatot (gagal total, Red) kita,” katanya.
Sebaliknya, kata SBY, jika seorang wisatawan merasa puas, memberikan penilaian baik, dan terkesan dengan tempat wisata itu, bahkan ingin kembali lagi dengan mengajak keluarga atau teman-temannya, maka kawasan wisata itu disebut berhasil. “Itu baru baik, baru jos,” tutur SBY sembari mengingatkan kawasan wisata itu perlu dibangun dengan identitas yang khas.
Dalam kesempatan itu, SBY sempat menyitir film Holllywood Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Robert. Di sana diceritakan seseorang yang menemukan tiga hal tersebut di tiga tempat yang berbeda. “Saya kira kawasan di sini bisa saja dibikin pulau yang indah. Anda bisa makan, berdoa, dan menemukan cinta,” kata SBY yang disambut tepuk tangan undangan yang hadir. “Kenapa harus ke negara lain untuk makan, berdoa, dan menemukan cinta.”
Kawasan Wisata Terpadu Pesona Lagoi sebelumnya bernama Treasure Bay.
Pembangunan kawasan wisata itu dilakukan oleh konsorsium yang beranggotakan PT ND Rekayasa Prima, Landmarks Berhad, dan WHT Capital Sdn Berhad.
Direktur PT ND Rekayasa Prima Noegroho Djajoesman menuturkan, rencana pembangunan meliputi beberapa fasilitas, antara lain terminal ferry internasional, terminal pesawat terbang laut, tempat kunjungan kapal pesiar, Crystal Lagoon, dan sarana wisata air. Selain itu juga akan dilengkapi dengan apartemen, convention center, universitas dan rumah sakit bertaraf internasional.
Noegroho juga mengatakan dari berbagai proyek tahap pertama ini, Crystal Lagoon disebut sebagai bangunan termegah untuk tingkat Asia Tenggara.
Dimana bangunan ini memiliki teknologi canggih yang bisa membuat air laut menjadi sangat jernih. Dalam master plannya, bangunan tersebut menyerupai kelong yang berbentuk melingkar yang transparan. Sehingga orang yang berada di dalamnya seperti berada di dalam laut .
Noegroho optimis, Bintan sebagai tujuan wisata utama di wilayah barat baik untuk wisatawan domestik atau asing, bahkan akan bisa mengalihkan para wisatawan Asia Tenggara yang sekarang berjumlah sekitar 65 juta pertahun.
Dia mengungkapkan, telah berdiskusi dengan pelaku bisnis perhotelan, penyelam profesional, peselancar, pelaku perahu pesiar, dan spesialis maritim. “Kami berkesimpulan bahwa kita telah menemukan batu permata Asia yang tersembunyi, Hidden Gems of Asia di laut Indonesia,” katanya. Dia memperkirakan jumlah kunjungan wisata akan meningkat sampai 1 juta wisatawan dalam satu tahun.
Pembangunan kawasan wisata terpadu itu juga diharapkan dapat menyerap sebanyak 44 ribu tenaga kerja. “Hal ini tentunya mendukung langsung program pemerintah dalam hal penyediaan lapangan kerja,” katanya.
Kasino
Usai kunjungan SBY, pihak Landmark Benhard kemarin langsung melakukan konferensi pers dengan wartawan luar dan dalam negeri. Menurut konsultan Landmark, Paul Leong, untuk tahap pertama pihaknya menyiapkan dana 425 juta dolar Singapura.
Tahap pertama pembangunan ini akan berlangsung selama lima tahun. Untuk tahap pertama yang bakal selesai dibangun antara lain marina, CIQ terminal, resort, hotel, villa, dan comersial center.
Menurut Paul, warga Bintan perlu berbangga dengan adanya proyek ini, mengingat ada beberapa konsep pembangunan yang pertama di dunia. Seperti ring hotel atau hotel berbentuk cincin yang tingginya mencapai 15 meter ini merupakan konsep pertama di dunia. ”Ini yang pertama di dunia,” ucapnya.
Terkait adanya anggapan Landmark tak serius membangun kawasan usai diresmikan presiden, Paul, membantah. “Kami sudah membeli lahan dengan harga yang mahal, jadi kami serius,” tegasnya.
Dalam sesi wawancara, ada wartawan asing yang mempertanyakan soal kasino. Pertanyaan wartawan asing ini langsung ditanggapi oleh Chairman Landmark Benhard, Datuk Zakaria. Ia menyebutkan ada salah interpretasi dari masyarakat luas.
Tujuan utama Landmark Benhard yaitu membangun kawasan marina, hotel, pusat hiburan, villa dan banyak lagi. Disebutkan, perihal kasino itu muncul manakala ada salah satu perusahaan dari Indonesia yang siap mendapatkan perizinan.
Persoalannya, masalah kasino ini menjadi hal yang sangat sensitif di Indonesia. Namun, Datuk Zakaria, menegaskan ada atau tidak adanya kasino tadi, pihaknya tetap menjalankan pembangunan mengingat soal kasino hanya yang terkecil dari planning tersebut.
Kunjungan Wisatawan
Gubernur Kepri, HM Sani dalam laporannya kepada Presiden menyebutkan, kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun ke Kepri mengalami peningkatan.
Tahun 2010 lalu, jumlah wisatawan ke Kepri berjumlah 1,5 juta orang. Sektor wisata disebut gubernur menyumbang pendapatan sebesar Rp74 miliar per tahun dan menyumbang sebesar 19,82 persen terhadap pendapatan daerah.
Terpisah, Bupati Bintan Ansar Ahmad, mengatakan 2010 jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bintan sebanyak sekitar 460 ribu orang. Ansar memastikan untuk tahun-tahun selanjutnya, tingkat kunjungan wisatawa ke Bintan akan meningkat lagi.
‘’Dengan adanya pembangunan ini, kita optimis, kunjungan wisata akan terjadi peningkatan,” ujarnya.
Kehadiran kawasan wisata ini secara tidak langsung akan menghadirkan usaha pendukung pariwisata lainnya yang akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung usaha pariwisata itu sendiri.
Bandara Khusus Busung
Dalam kesempatan yang sama, SBY juga mengakomodir usulan Pemerintah Kabupaten Bintan yang menginginkan pembangunan bandara khusus di Busung. SBY menerangkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan yang intinya sangat mendukung terlaksananya pembangunan bandara tadi.
”Saya minta silahkan pengusaha membangun bandara khusus ini, sepanjang sangat positif untuk meningkatkan kunjungan turis ke Kepri,” katanya.
Perintah SBY agar segera dibangun bandara khusus ini mendapatkan tanggapan dari Ketua Apindo Bintan sekaligus juru bicara Salim Group, Jamin Hidajat. Jamin, sangat mengapresiasikan dukungan dari presiden untuk segera ada realisasi pembangunan bandara ini.
Ia berharap ada realisasi lebih lanjut terkait dukungan presiden yaitu untuk sesegera mungkin turun perizinan lebih lanjut, karena izin pembangunan masih sebatas izin prinsip dan masih perlu izin lainnya.
”Kalau semua lengkap, direncanakan dalam dua tahun pembangunan bandara selesai,” jelasnya.
Mengenai fungsi bandara khusus tadi, Jamin, menyampaikan ini akan digunakan untuk melayani pesawat carteran dari berbagai negara seperti India, Jepang, Korea, China, dan Eropa. Dengan demikian, turis bisa langsung datang ke Bintan tidak melalui pintu Singapura lebih dulu. (zek/cnt/dwi/fal/jpnn)

1 Komentar:
kita lihat saja 7 tahun kemudian...
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda